Dibaca 359 kali

Jembatan Merah Surabaya

- Dibaca 360 kali

Awalnya jembatan Merah yang dibangun beratus-ratus tahun yang lalu, merupakan jembatan kayu dan dibuat atas kesepakatan Pakubowono II dari Mataram dengan VOC tahun 11 November 1743. Dalam perjanjian disebutkan bahwa beberapa daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan ke VOC, termasuk Surabaya yang berada di bawah kolonialisme Belanda. Dikawasan ini Pembangunan terus berkembang, kawasan itu dulu disebut Willem Plein. Kawasan itu ramai sebelum pelabuhan Tanjung Perak selesai dibangun pada 1910, sehingga banyak kapal-kapal layar bersandar di sekitar jembatan merah pada waktu itu.

Transcity - Jembatan Merah Surabaya (2)

Di sebelah barat Jembatan Merah, atau Jalan Jembatan Merah (dulu disebut Willenstraat) dan Jalan Rajawali (Heerenstraat), dipenuhi pedagang besar Eropa. Maskapai dan bank-bank kebanyakan berada di wilayah ini, bahkan sebagian besar gedung masih digunakan aneka perusahaan dan keasliannya relatif terjaga. Sementara kawasan timur jembatan diperuntukkan bagi warga Asia, seperti Tionghoa, Arab, dan Melayu. Kala itu kawasan Jembatan adalah kawasan elit yang menjanjikan banyak keuntungan bagi para pengusaha asing khususnya tionghoa. Tak heran jika gedung keresidenan Surabaya saat itu dibangun tepat di ujung barat jembatan, agar pemerintah bisa langsung mengawasi kebersihan, keamanan dan ketertiban di sekitarnya.

Hingga pada revolusi perjuangan RI, jembatan merah menjadi saksi bisu kematian para pejuang maupun Belanda. Di tempat ini juga Brigadir A.W.S Mallaby, pemimpin angkatan bersenjata Inggris yang telah menguasai Gedung Internationale Crediet en Verening Rotterdam atau Internatio tewas terbunuh di tangan arek-arek Suroboyo.

Transcity - Jembatan Merah Surabaya (3)

Jembatan Merah ini pun menjadi saksi bisu betapa gigih dan beraninya arek-arek Suroboyo dalam perang 10 November 1945 di Surabaya melawan tentara Sekutu dan NICA-Belanda yang hendak menguasai kembali Surabaya. Sehingga penamaan Jembatan merah menjadi bukti bahwa berbagai pertempuran para pejuang dengan bekas bercak darah adalah bukti betapa para arek Surabaya tidak rela tanah air mereka dijajah.

Karena usianya terbilang tua, maka pada tahun 1890 Jembatan Merah mengalami perubahan mulai dаrі pagar pembatas уаng semula berupa kayu menjadi besi. Seiring perubahan zaman kondisi Jembatan bersejarah іnі tіdаk meninggalkan ikon utamanya уаіtu didominasi оlеh warna merah. Wisatawan јugа bіѕа menikmati tempat wisata lainnya dі dekat Jembatan Merah іnі уаіtu Jembatan Merah Plaza. Museum Sampoerna yanghanya berjarak 0,6 km dari Jembatan Merah, Gereja Santa Perawan Maria yang beralamat Jl. Kepanjen 0,7 km dari jembatan merah.

Paket Tour yang Terkait Destinasi Ini:

Komentar